Tampilkan postingan dengan label uji klinis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uji klinis. Tampilkan semua postingan

Astaxanthin Mengurangi Kelelahan pada Mata

Penelitian oleh Nagaki et al.  (2002) yang mengujikan pada 13 orang penderita VDT yang diberi 5 mg astaxanthin sehari selama 1 bulan terjadi penurunan kelelahan mata sebanyak 54%.
Kelelahan pada mata sering disebut juga dengan istilah Computer Vision Syndrome (CVS), adalah kumpulan gejala kelelahan pada mata,
  • Gejala mata terasa kering
  • Astophenia ( mata tegang, gejala kelelahan mata)
  • Penglihatan kabur, nyeri kepala, sakit pada leher, bahu dan punggung.
CVS diderita oleh pengguna VDT (Visual Display Terminal), yakni orang yang kerjanya terus menerus memandang monitor  computer/ televisi. Penderita CVS biasanya pekerja kantoran, ibu-ibu rumah tangga juga anak-anak yang kecanduan game/tv.

Astaxanthin Meningkatkan Aliran Darah ke Mata

Penelitian oleh Nagaki et al.  (2005) menunjukkan terjadinya peningkatan aliran darah ke retina pada kelompok yang diberi astaxanthin 6 mg selama 4 minggu.

Diduga aliran darah yang meningkat menuju mata menyebabkan nutrisi ke mata termasuk otot ciliary mata pun meningkat.

Mata merupakan organ yang tersusun dari berbagai jaringan yang dimana setiap jaringan memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkoordinasi dalam mencapai tujuan yang sama. Mata terdiri atas jaringan yang rumit dari berbagai kumpulan yang memiliki peranan-peranan yang bekerja serempak untuk mencapai penglihatan.

Agar mata sehat, maka aliran darah yang memasok nutrisi ke mata haruslah berjalan dengan optimal.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa astaxanthin sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan penglihatan dan diperlukan untuk tata laksana dalam pengobatan ragam gangguan mata.

Astaxanthin Memperbaiki Daya Akomodasi Mata

Nitta et al. (2005) yang mengujikan dosis 6 mg astaxanthin pada 10 orang selama 1 bulan dan hasilnya secara umum kesehatan mata makin membaik.

Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.

Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.

Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.

Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).

Astaxanthin membantu memperbaiki daya akomadasi mata. Bagi anda yang suka duduk di depan komputer, melakukan aktivitas banyak baca, melakukan pekerjaan di lapangan, banyak melakukan pekerjaan di malam hari atau yang membutuhkan pencahayaan tambahan, menderita gangguan atau keluhan mata akan sangat baik bila mengkonsumsi astaxanthin.